Kamis, 30 April 2015

Pentirtaan Watugede Singosari, Malang

















Jawa memang terkenal dengan peninggalan-peninggal sejarah kerajaan zaman dahulu. Salah satunya Petirtaan Watugede di Desa Watugede, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Konon menjadi tempat permandian Ken Dedes yang terkenal sangat cantik. Banyak orang datang ke sini mengharapkan berkah kecantikan dan awet muda. Untuk mendapatkan semuanya tidaklah mudah, terbukti sudah beberapa kali tempat ini menelan korban jiwa.
etirtaan Watugede menjadi salah satu tempat yang dituju ketika acara napak tilas Perguruan Padma Siwa Bhuana beberapa waktu lalu. Tempat ini dipandang menyimpan kekuatan gaib serta menjadi peninggalan sejarah Kerajaan Singosari (1222-1292). Petirtaan ini ditemukan pertama kali oleh pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1925.

Memasuki kawasan Petirtaan Watugede, tampak kolam ukuran besar terbentang dihiasi dua buah pancuran yang mengalir memenuhi isi kolam. Suasana pemandian putri keraton ini memang menenangkan namun jangan biarkan pikiran kosong karena mengundang bahaya. Di bagian luar sudut kolam tampak sebuah pelinggih tempat orang yang datang meletakkan sesaji sebelum memohonkan airnya atau mandi. Terdapat pohon elo di belakang palinggih meneduhi pancoran tempat orang-orang memohon airnya.
Setelah prosesi mandi di petirtaan ini selesai, keluarga kerajaan menuju candi Sumberawan yang berada disebelah barat Petirtaan Watugede ini untuk bersembahyang. Dahulu petirtaan ini disetiap sisinya dipenuhi arca sebagai hiasan kolam. Keunikan dari arca ini adalah keluarnya air jernih yang berasal dari mata air setempat melalui mulut arca, sungguh indah .
Sayangnya beberapa arca yang menghiasi petirtaan ini sebagian sudah hilang. akan tetapi sisa-sisa keindahan petirtaan ini masih dapat dilihat hingga saat ini. Dari keterangan Toyib, juru kunci tempat ini, untuk mengamankan sisa arca yang ada, akhirnya arca yang tersisa sekitar tahun 70-an dimbil dan diamankan di museum Trowulan Mojokerto.
Sumber air dengan debit yang cukup besar yang tersebar di setiap sisi pemandian adalah salah satu sisi peninggalan yang masih bisa dikenang, dan jika kita sedikit merenung di lokasi tersebut, bisa dibayangkan betapa tempat ini dulunya adalah tempat yang masih satu komplek dengan Keraton Kerajaan Singosari dan tentunya tempat ini dulunya pasti begitu megah dan sakral dan tidak setiap orang bisa masuk.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar