Selasa, 28 April 2015

Lintasan Rel Kereta Bintaro


Kecelakaan yang merenggut ratusan bahkan ribuan jiwa di lintasan kereta api Bintaro menyebebkan daerah ini terkenal keangkerannya. Kabarnya, pada malam-malam tertentu terlihat potongan kepala manusia (glundung pringis) menggelinding dengan sendirinya, juga potongan-potongan tubuh yang berjalan ngesot.
Atau hantu perempuan yang mengenakan jubah putih dengan mata merah menyala. Suaranya bagai ringkikan kuda. Menyeramkan!
Lintasan kereta api Bintaro terletak di depan sebuah Sekolah Dasar. Jaraknya kira-kira hanya 500 meter dari Balai Rakyat. Bagi masyarakat yang tinggal di dekat lintasan ini, keangkeran daerah tersebut sudah dirasakan sejak tahun 1970. Kala itu, sejumlah kecelakaan yang merenggut nyawa manusia mulai terjadi.
Keangkeran kawasan ini lebih menakutkan lagi manakala terjadi kecelakaan kereta api yang maha hebat dan menelan banyak korban. Peristiwa yang disebut dengan Tragedi Bintaro dan terjadi pada bulan Oktober 1987 semakin mengukuhkan kewingitan daerah ini. Kabarnya, sejak itu, sejumlah hantu dan arwah penasaran semakin berani menampakkan diri.
Mereka bukan hanya mengganggu masyarakat sekitarnya, tetapi juga para pejalan kaki dan pengguna kendaraan. Maka, tak ayal lagi bila di daerah ini masih sering terjadi kecelakaan lalu lintas.
Konon, kemunculan setan itu terjadi antara maghrib sampai tengah malam. Atau malam-malam tertentu setelah terjadi sebuah kecelakaan.
Wujud hantu itupun bisa bermacam-macam. Ada warga yang mengaku melihat potongan kepala (glundung pringis) menggelending dengan sendirinya.
Namun, ada pula warga yang melihat hantu perempuan dengan sorot mata nanar dan suara menakutkan.
Namun kebanyakan warga mengaku, mereka sering mendengar atau melihat suara orang yang merintih kesakitan. Bajunya compang-camping dengan darah dan luka yang memenuhi seluruh tubuhnya. “Mereka menampakkan dirinya secara bergerombol menuju ke lokasi Tragedi Bintaro, lalu menghilang,” ujar seorang warga sembari menunjukkan rasa ketakutan.
Kebanyakan orang percaya bahwa sejumlah kecelakaan yang memakan korban nyawa menyebabkan munculnya arwah gentayangan. Yang menjadi ketakutan warga, bila arwah tersebut mengganggu para pengguna jalan sehingga dapat mengurangi konsentrasi pengemudi dan berpotensi menimbulkan kecelakaan baru. Tentu, kecelakaan seperti ini akan meningkatkan keangkeran wilayah tersebut.
Padahal, keangkeran lintasan ini sudah tak diragukan lagi. Sejumlah orang mengaku tidak berani melewati daerah ini bila malam telah menjemputnya. Mereka memilih jalan alternatif agar perjalanannya tak terganggu.

Kisah ini juga diangkat ke dalam sebuah film, namun film tersebut tidak menceritakan keadaan mistisnya, melainkan mengisahkan realita yang sebenarnya dapat terjadi 


https://indocropcircles.wordpress.com/2012/10/17/25-tahun-tragedi-bintaro-senin-19-oktober-1987-2012/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar